Gambar oleh Shutterstock.com.


JAKARTA, TINKAP – Sebagai orang tua, pemandangan paling menyayat hati adalah ketika buah hati tercinta yang biasanya ceria dan aktif, mendadak terbaring lemas akibat terserang demam, batuk, atau infeksi virus. Di tengah lingkungan sosial dan sekolah yang padat, anak-anak ibarat "magnet" bagi jutaan kuman dan mikroorganisme tak kasat mata.

 

Banyak orang tua mengira serangan virus pada anak adalah hal lumrah yang bisa sembuh dengan sendirinya. Padahal, menurut tinjauan medis modern, sebagian besar infeksi virus tidak memiliki obat penawar langsung dan perawatannya sebatas meredakan gejala. Lantas, benteng perlindungan seperti apa yang wajib dibangun agar anak tidak mudah tertular?

 

Langkah Pertama: Bentengi Saluran Cerna dan Ajarkan Kebiasaan Cuci Tangan

 

Pertahanan tubuh anak tidak dibangun dalam semalam. Salah satu kunci utama menangkal penularan virus adalah dengan menjaga kebersihan diri serta memperhatikan kondisi organ pencernaan mereka.

 

Berdasarkan panduan kesehatan yang dilansir oleh portal medis Alodokter pada Kamis, 7 November 2024, membiasakan anak mencuci tangan secara teratur menggunakan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik merupakan langkah paling sederhana namun paling efektif membunuh virus dan bakteri.

 

"Mencuci tangan secara teratur mampu mencegah bakteri, virus, dan parasit yang ada di tangan masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan infeksi," tulis penjelasan dalam ulasan Alodokter (07/11/2024).

 

Selain itu, laporan kesehatan yang dirilis oleh KlikDokter pada Selasa, 30 Mei 2017, menekankan bahwa saluran cerna memegang peranan vital sebagai organ kekebalan tubuh terbesar yang memproduksi sebagian besar antibodi. Orang tua dianjurkan untuk memberikan asupan probiotik serta memastikan konsumsi buah dan sayur kaya vitamin secara rutin guna memperkuat sistem imun anak dari dalam.

 

Pentingnya Imunisasi Tepat Waktu: Perisai Mutlak Tangkal Penyakit Berat

 

Mengabaikan jadwal vaksinasi sama artinya dengan membiarkan anak berjalan tanpa pelindung di medan perang terbuka. Vaksin terbukti secara klinis merangsang tubuh anak membentuk antibodi spesifik tanpa harus membuat mereka jatuh sakit terlebih dahulu.

 

Merujuk pada data dan edukasi kesehatan yang dipublikasikan oleh Halodoc pada Kamis, 20 Oktober 2022, dokter spesialis anak menegaskan bahwa tindakan pencegahan lewat vaksinasi wajib hukumnya demi menekan risiko keparahan penyakit.

 

“Tindakan pencegahan infeksi virus pada anak perlu dilakukan, karena kebanyakan infeksi virus tidak dapat diobati. Cara mencegah infeksi virus pada anak yaitu mengajarkannya rutin mencuci tangan, melakukan vaksin tepat waktu, dan menjaga kebersihan rumah,” ungkap dr. Fadhli Rizal Makarim, sebagaimana dikutip dari Halodoc (20/10/2022).

 

Jenis vaksin dasar dan lanjutan seperti DTaP, Polio, Rotavirus, Influenza, hingga MMR harus dipastikan lengkap sesuai jadwal yang ditentukan oleh tenaga medis.

 

Waspada Lingkungan: Jangan Biarkan Anak Dekat dengan Sumber Penularan

 

Selain kebersihan personal dan imunisasi, orang tua juga wajib mengawasi interaksi sosial anak di luar rumah. Berdasarkan panduan pencegahan penyakit anak dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) yang diakses pada Kamis, 29 Februari 2024, anak-anak usia di bawah 5 tahun rata-rata rentan mengalami infeksi virus ringan hingga 8–12 kali dalam setahun.

 

Oleh karena itu, Kemenkes menyarankan agar para orang tua menerapkan disiplin Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), memberikan nutrisi seimbang melalui pedoman "Isi Piringku", serta segera menjauhkan anak dari teman sebaya yang sedang menunjukkan gejala sakit menular.

 

Jangan tunggu buah hati jatuh sakit parah hingga membuat panik seluruh anggota keluarga! Mulai deteksi dini dan terapkan pola hidup bersih dari sekarang.