Gambar oleh: investor.id


JAKARTA, TINKAP – Penyakit diabetes yang selama ini dikenal sebagai "penyakit orang tua", kini semakin nyata mengancam generasi muda di Indonesia. Perubahan gaya hidup yang drastis, mulai dari pola makan tinggi gula hingga minimnya aktivitas fisik, menjadi pemicu utama meningkatnya kasus diabetes tipe 2 di kalangan remaja dan dewasa muda.

 

Ancaman di Balik Gaya Hidup Modern

 

Data menunjukkan tren kenaikan angka penderita diabetes di kelompok usia produktif. Konsumsi minuman kekinian yang mengandung kadar gula tinggi secara rutin, disertai dengan pola hidup sedenter (kurang gerak) akibat ketergantungan pada gawai dan pekerjaan yang mengharuskan duduk dalam waktu lama, menjadi kombinasi berbahaya bagi metabolisme tubuh generasi muda.

 

Para ahli kesehatan memperingatkan bahwa jika tidak segera diantisipasi, kondisi ini dapat menyebabkan beban kesehatan yang luar biasa bagi sistem layanan kesehatan nasional di masa depan.

 

Pandangan Pakar Kesehatan

 

Kementerian Kesehatan RI melalui berbagai kampanye edukasi terus menekankan pentingnya deteksi dini. Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD, K-EMD, Ph.D., menekankan bahwa perubahan pola hidup harus menjadi prioritas bagi anak muda untuk menghindari risiko jangka panjang.

 

"Peningkatan kasus diabetes pada usia muda sangat berkaitan erat dengan gaya hidup modern yang tidak sehat. Banyak anak muda yang mengabaikan asupan gula harian mereka. Padahal, dampak jangka panjang dari diabetes di usia muda jauh lebih berbahaya karena masa hidup pasien yang masih panjang dengan risiko komplikasi organ yang lebih tinggi," ujar dr. Dante sebagaimana dikutip dari laporan Kompas.com.

 

Senada dengan hal tersebut, pengamat kesehatan dari Indonesian Society of Endocrinology (PERKENI), dr. Roy Panusunan Sibarani, Sp.PD-KEMD, menyatakan bahwa kesadaran akan obesitas sebagai gerbang diabetes sering kali terabaikan.

 

"Banyak dari mereka yang tidak menyadari bahwa berat badan berlebih yang dialami sejak remaja adalah alarm bahaya. Literasi tentang gizi dan keberanian untuk mengubah kebiasaan makan harus segera ditingkatkan sebelum diabetes tipe 2 menetap dan merusak fungsi tubuh secara permanen," tegas dr. Roy sebagaimana dikutip dari Tempo.co.

 

Langkah Preventif yang Bisa Dilakukan

 

Untuk memutus rantai ancaman ini, para pakar merekomendasikan langkah konkret yang bisa diterapkan oleh generasi muda:

  • Membatasi Asupan Gula Tambahan: Mengurangi konsumsi minuman manis kemasan dan boba yang menjadi tren.
  • Aktif Bergerak: Melakukan olahraga rutin minimal 30 menit sehari untuk membakar kalori dan meningkatkan sensitivitas insulin.
  • Melakukan Medical Check-Up: Memeriksa kadar gula darah secara berkala, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan diabetes atau memiliki indeks massa tubuh yang tinggi.

 

Diabetes bukan lagi ancaman masa depan, melainkan tantangan saat ini. Kedisiplinan dalam menjaga pola hidup adalah investasi kesehatan paling berharga bagi setiap individu di usia muda.