Gambar oleh: fokuskriminal.com


JAKARTA, TINKAP – Teror di jalanan ibu kota dan berbagai daerah kian mengkhawatirkan. Alih-alih sampai di rumah dengan selamat, para pengendara motor dan pejalan kaki kini kerap dihadapkan pada ancaman nyata: mulai dari jambret sadis yang siap merampas barang bawaan hingga kawanan begal berdarah dingin yang tidak segan-segan melukai korbannya.

 

Banyak orang mengira kejahatan hanya mengincar tempat sepi di tengah malam. Padahal, para pelaku kriminal kini semakin nekat beraksi di jalur ramai saat korban lengah. Sudahkah Anda membentengi diri, atau justru menjadi target berikutnya?

 

Jebakan Maut: Jangan Pancing Predator Jalanan dengan Kemewahan Semu

 

Kelalaian kecil seperti memamerkan gawai atau mengenakan perhiasan mencolok di jalanan terbuka sering kali menjadi pemicu utama datangnya malapetaka. Para pelaku kriminal selalu memantau mangsa yang terlihat rapuh dan kurang mawas diri.

 

Pihak kepolisian melalui Kabid Humas Polda Metro Jaya saat itu, Kombes Pol Rikwanto, pernah memberikan peringatan keras dan tips penting agar masyarakat terhindar dari ancaman penjambretan, sebagaimana dilansir dari detikNews pada Kamis, 11 Desember 2014.

 

"Bagi masyarakat khususnya para wanita agar lebih berhati-hati saat membawa tas ketika beraktivitas di luaran. Upayakan tidak menggunakan perhiasan yang berlebihan saat beraktivitas di luaran, terutama saat menggunakan angkutan umum," tegas Kombes Pol Rikwanto, sebagaimana dikutip dari detikNews (11/12/2014).

 

Beliau juga menyarankan agar masyarakat beralih menggunakan tas ransel atau menutup tas lengan dengan jaket longgar agar tidak mengundang perhatian. Jika merasa ada pengendara motor mencurigakan yang mulai memepet, jangan ragu untuk langsung berteriak meminta pertolongan.

 

Tekstur Kejahatan Berubah, Pakar Keselamatan Beri Peringatan Keras

 

Seiring berkembangnya modus operandi kejahatan jalanan, para ahli keselamatan berkendara turut merumuskan langkah-langkah antisipasi agar para pelintas tidak terjebak dalam situasi fatal.

 

Mengutip laporan dari portal otomotif Kompas.com yang diterbitkan pada Kamis, 7 Mei 2020, praktisi keselamatan berkendara Sony Susmana mengingatkan pentingnya menghindari perjalanan seorang diri di jalur yang rawan.

 

"Namun, jika benar-benar terpaksa, usahakan tidak berpergian sendiri. Selalu riding motor cari teman, bukan bonceng tapi ya paling tidak dua sampai tiga motor. Jika tidak ada teman lebih baik tidak usah jalan," ujar Sony Susmana, sebagaimana dikutip dari Kompas.com (07/05/2020).

 

Selain itu, Sony juga menegaskan agar para korban tidak gegabah melawan kelompok begal yang bersenjata karena keselamatan jiwa jauh lebih berharga daripada harta benda.

 

"Jangan mencoba untuk melawan kawanan begal, karena mereka sudah siap untuk melukai orang, jadi tidak akan seimbang. Jangan lupa untuk catat pelat nomor dan ciri-ciri kawanan begal untuk informasi tambahan saat melapor ke polisi," tambah Sony dalam ulasan Kompas.com (07/05/2020).

 

Panduan Emas: Amankan Diri Sebelum Terlambat

 

Agar Anda tidak menyesal di kemudian hari, perhatikan protokol keselamatan mutlak saat beraktivitas di luar rumah berikut ini:

  • Hindari Distorsi Gawai: Jangan pernah menatap layar ponsel saat berkendara atau berjalan kaki di tempat umum karena hal tersebut menurunkan kewaspadaan secara drastis.
  • Pilih Rute Terang dan Ramai: Pastikan Anda melewati jalur utama yang aktif dilalui banyak orang, serta ketahui letak pos keamanan atau kantor polisi terdekat.
  • Simpan Nomor Darurat: Selalu aktifkan layanan komunikasi dan simpan nomor Call Center Polri di angka 110 (bebas pulsa) untuk penanganan cepat.

 

Jangan tunggu diri Anda atau orang tercinta menjadi statistik korban kejahatan berikutnya di jalanan! Tetap waspada, karena penjahat selalu mengincar kelengahan Anda.