![]() |
| Gambar oleh publika.id. |
JAKARTA, TINKAP.COM — Aroma harum santan berpadu
wangi serai dan daun jeruk selalu berhasil membangkitkan nafsu makan, terutama
saat tersaji dalam bentuk nasi kuning hangat. Seringkali, membuat nasi kuning
rumahan berujung pada tekstur yang terlalu lembek atau justru keras di bagian
tengah karena teknik masak yang keliru.
Bagaimana cara menghasilkan nasi kuning kukus yang pulen
sempurna, gurih meresap, dan berwarna kuning cerah alami tanpa bahan pengawet?
Tim Tinkap.com berhasil mengorek langsung resep
rahasia dan teknik memasak autentik dari seorang pakar kuliner tradisional
Nusantara, Chef Budi Santoso, dalam sebuah wawancara eksklusif pada Jumat, 24
Juli 2026.
"Kunci utama nasi kuning kukus yang pulen dan gurih
tahan lama itu ada pada proses aron sebelum dikukus. Jangan langsung mencampur
santan kental di awal, melainkan gunakan teknik didih santan bertahap agar
meresap sempurna ke dalam pori-pori beras," jelas Chef Budi Santoso.
Penasaran ingin mencobanya
sendiri di dapur Anda? Berikut adalah laporan liputan khusus tutorial langkah
demi langkah memasak Nasi Kuning Kukus Sederhana yang disarikan dari liputan
eksklusif Tinkap.com edisi Senin, 27 Juli 2026.
Bahan-Bahan
Utama Nasi Kuning Kukus
1. Bahan Utama:
- 1 kg beras berkualitas baik, cuci bersih lalu tiriskan.
- 800
ml santan kental dari butiran kelapa tua segar.
- 3
lembar daun salam.
- 4 lembar daun jeruk purut, buang tulang daunnya.
- 3 batang serai, memarkan bagian putihnya.
- 2 lembar daun pandan, ikat simpul agar aromanya keluar.
- 1
sendok teh garam secukupnya.
2. Bumbu Kuning (Haluskan):
- 4
ruas kunyit, bakar sebentar lalu haluskan (atau gunakan 2 sendok makan
air perasan kunyit murni).
- 5
siung bawang merah.
- 3
siung bawang putih.
- 1
sendok teh ketumbar.
3. Bahan Pelengkap Sajian:
- Telur
dadar iris tipis.
- Kering tempe dan kentang balado.
- Ayam
goreng lengkuas atau suwir.
- Mentimun,
tomat, dan kemangi.
- Bawang
goreng melimpah untuk taburan.
Tutorial
Memasak: Langkah demi Langkah
Langkah 1:
Merendam Beras dengan Ekstrak Kunyit Alami
- Cuci beras hingga bersih, lalu rendam
beras di dalam air bersih yang sudah dicampur dengan air perasan kunyit
selama kurang lebih 30 menit.
- Proses ini bertujuan agar warna
kuning meresap merata hingga ke dalam butiran beras sebelum dimasak. Setelah
itu, tiriskan beras.
Langkah 2:
Memasak Santan dan Bumbu Aromatik (Proses Aron)
- Siapkan panci di atas kompor dengan
api sedang. Tuangkan santan kental bersama bumbu halus (bawang merah,
bawang putih, ketumbar), daun salam, daun jeruk, serai, daun pandan, dan
garam.
- Aduk santan secara perlahan dan
terus-menerus agar santan tidak pecah saat mendidih.
- Setelah santan mendidih dan harum,
masukkan beras yang sudah ditiriskan tadi ke dalam panci berisi santan
mendidih.
- Aduk
terus hingga seluruh cairan santan terserap habis oleh beras (proses
aron). Matikan api kompor.
Langkah 3: Mengukus Nasi hingga Matang Sempurna
- Panaskan
kukusan atau panci pengukus berisi air hingga mendidih di bagian bawahnya.
- Pindahkan
beras yang sudah di-aron tadi ke dalam wadah pengukus. Buat beberapa
lubang kecil menggunakan sendok atau jari di tengah tumpukan beras agar
uap panas tersebar merata.
- Kukus nasi kuning selama kurang lebih
45 menit hingga 1 jam menggunakan api sedang hingga nasi benar-benar
matang, pulen, dan tanak.
Langkah 4: Pengangkatan dan Penyajian
- Setelah
matang, angkat nasi dari kukusan. Aduk-aduk sebentar secara perlahan agar
uap panasnya berkurang dan teksturnya semakin pulen merata.
Penyajian Akhir: Siap Disantap!
- Cetak
nasi kuning menggunakan mangkuk kecil atau bentuk kerucut tumpeng mini di
atas piring saji.
- Lengkapi
dengan suwiran telur dadar, kering tempe, ayam goreng, irisan mentimun,
tomat segar, dan taburan bawang goreng di atasnya.
- Nasi
kuning kukus gurih dan pulen siap dinikmati bersama keluarga tercinta.
Tips Jurnalis untuk Hasil Sempurna:
- Pemilihan Beras: Gunakan beras jenis medium atau pera
sedang agar tidak terlalu lembek ketika disiram santan panas.
- Penyimpanan: Jika tidak langsung dihabiskan, simpan dalam
wadah tertutup rapat agar aroma daun jeruk dan pandannya tidak cepat
menguap.


