Gambar oleh halodoc.com.


JAKARTA, TINKAP – Pernahkah Anda merasa sangat terganggu karena harus bolak-balik ke toilet untuk buang air kecil (BAK) dalam frekuensi yang tidak wajar? Mungkin Anda menganggapnya sepele, sekadar karena kebanyakan minum kopi atau terlalu banyak makan semangka.

 

Namun, tahukah Anda? Di balik rasa sering ingin pipis itu, tersimpan sinyal bahaya yang sering diabaikan, terutama oleh para wanita dan mereka yang berusia lanjut. Ini bukan sekadar masalah kandung kemih yang "lemah," melainkan jeritan penderitaan dari otot dasar panggul Anda yang telah melemah atau mengalami gangguan serius. Jika dibiarkan, dampaknya bisa sangat memalukan dan menghancurkan kualitas hidup Anda.

 

Misteri di Balik Otot Dasar Panggul: Apa Sebenarnya yang Terjadi?

 

Otot dasar panggul adalah jaringan ikat yang berfungsi seperti "tempat tidur gantung" di dalam rongga panggul. Tugas utamanya adalah menopang organ-organ vital di atasnya, yaitu kandung kemih, rahim (pada wanita), dan rektum (bagian bawah usus besar). Otot-otot ini juga berperan vital dalam mengontrol fungsi buang air kecil dan buang air besar.

 

Sayangnya, seiring bertambahnya usia, kehamilan, persalinan, atau faktor risiko lainnya, "tempat tidur gantung" ini bisa kendur, lemah, atau tegang secara tidak normal. Akibatnya, organ-organ di dalamnya kehilangan topangan dan tidak dapat berfungsi dengan baik, memicu kondisi yang disebut Gangguan Dasar Panggul (Pelvic Floor Disorders/PFD). Salah satu gejalanya yang paling umum dan paling awal adalah sering buang air kecil.

 

Jeritan Medis: Jangan Anggap Remeh Beser

 

Penting untuk dipahami bahwa sering buang air kecil yang disebabkan oleh PFD berbeda dengan infeksi saluran kemih (ISK). ISK bersifat akut dan terasa sakit atau panas, sementara PFD seringkali tanpa rasa sakit namun sangat sering terjadi.

 

Dalam ulasan kesehatan yang dilansir oleh SehatQ pada Kamis, 18 Juni 2020, dr. Hari Nugroho, SpOG, seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi, menekankan bahwa beser adalah salah satu tanda awal yang sering tidak disadari penderita sebagai masalah dasar panggul.

 

"Otot dasar panggul yang melemah membuat kandung kemih tidak dapat menahan urine dengan baik, sehingga Anda akan merasa sering ingin buang air kecil. Ini bisa terjadi kapan saja, baik siang maupun malam hari," ungkap dr. Hari Nugroho, SpOG, dalam artikel yang dikutip oleh SehatQ pada Kamis, 18 Juni 2020.

 

Lebih dari Sekadar Bolak-Balik ke Toilet: Dampak Buruk PFD

 

Jika gangguan dasar panggul tidak segera ditangani, gejalanya akan berkembang jauh lebih parah dari sekadar beser. Berdasarkan panduan kesehatan yang dipublikasikan oleh Cleveland Clinic pada Senin, 22 Agustus 2022, PFD juga dapat menyebabkan:

  • Inkontinensia Urine: Ketidakmampuan menahan pipis, yang membuat Anda mengompol saat batuk, bersin, tertawa, atau berolahraga.
  • Inkontinensia Tinja: Ketidakmampuan menahan buang air besar.
  • Prolaps Organ Panggul: Kondisi di mana organ seperti rahim atau kandung kemih turun ke dalam vagina, menyebabkan rasa penuh atau tidak nyaman.
  • Nyeri Panggul Kronis: Rasa sakit terus-menerus di area panggul.

Langkah Preventif dan Solusi: Kembalikan Kekuatan Otot Anda

 

Kabar baiknya, gangguan dasar panggul dapat dicegah dan diobati. Solusi utamanya bukanlah operasi rumit, melainkan latihan sederhana yang konsisten.

 

Latihan Kegel atau senam dasar panggul direkomendasikan sebagai metode utama untuk memperkuat otot-otot yang melemah.

 

"Latihan Kegel dapat membantu meningkatkan kekuatan dan ketahanan otot dasar panggul, sehingga mampu mengontrol fungsi buang air kecil dan besar dengan lebih baik," demikian penjelasan dalam panduan kesehatan Cleveland Clinic yang diterbitkan pada Senin, 22 Agustus 2022.

 

Selain latihan Kegel, menjaga berat badan ideal, menghindari mengejan berlebihan saat buang air besar, dan berhenti merokok juga merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan dasar panggul.

 

Jadi, jika Anda atau orang terdekat Anda mengalami keluhan sering buang air kecil yang mengganggu, jangan anggap sepele dan jangan merasa malu! Segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat sebelum masalah kecil ini berubah menjadi petaka besar bagi kesehatan dan kepercayaan diri Anda.