![]() |
| Gambar oleh: sariasih.id |
JAKARTA,
TINKAP – Sering kali kita
langsung mengabaikan rasa mual, perut kembung, atau keinginan muntah setelah
makan dengan menyimpulkan bahwa itu hanyalah gejala maag biasa atau kelelahan
lambung. Alih-alih pergi ke dokter, banyak orang memilih meminum obat warung
atau sekadar mengerik badan. Namun, bersiaplah untuk terkejut dan berpikir
ulang, di balik keluhan sepele tersebut, tersimpan ancaman "pembunuh
diam-diam" yang siap merenggut nyawa Anda kapan saja, ”Gagal Ginjal
Kronis”.
Banyak pasien
yang baru menyadari ada yang tidak beres dengan tubuh mereka ketika fungsi
ginjal sudah telanjur berada di ambang kehancuran total. Lantas, bagaimana
gejala sakit lambung bisa berkaitan erat dengan vonis gagal ginjal yang
mengerikan?
Jebakan Medis:
Ketika Racun Menumpuk di Saluran Pencernaan
Secara medis,
organ ginjal memiliki tugas vital untuk menyaring racun, zat sisa metabolisme,
serta cairan berlebih dari dalam tubuh. Ketika fungsi penyaringan ini mulai
menurun drastis, zat sisa berupa urea tidak dapat dibuang dengan baik dan
akhirnya menumpuk di dalam aliran darah (kondisi yang dikenal sebagai uremia).
Penumpukan racun
inilah yang kemudian memicu gangguan pencernaan akut, membuat tubuh secara
refleks mencoba mengeluarkan racun tersebut melalui rasa mual dan muntah yang
intens.
Menurut dokter
spesialis urologi, Prof. Dr. dr. Nur Rasyid, Sp.U(K), gejala mual pada
penderita gagal ginjal kerap kali mengecoh pasien karena datang secara perlahan
seiring tingginya kadar ureum di dalam tubuh.
"Jadi orang
mulai gagal ginjal itu rasanya kadang-kadang mual. Karena apa? Di dalam tubuh
ada yang namanya ureum yang harus dibuang oleh ginjal," ujar Prof. Rasyid
sebagaimana dilansir dari detikHealth pada Sabtu, 20 Juli 2024.
Beliau juga
menambahkan bahwa sebagian besar pasien sering kali terlambat mendeteksi
kondisi ini lantaran terbiasa menganggapnya sebagai masalah lambung ringan.
"Baru kalau
obat maag nggak mempan ke dokter. Waktu dia udah mual-mual itu, (fungsi)
ginjalnya udah jelek," tegas Prof. Rasyid dalam laporan yang
dipublikasikan oleh detikHealth.
Sinyal Tubuh
Lain yang Sering Disepelekkan
Tidak hanya
berhenti pada rasa mual dan muntah, penurunan fungsi ginjal tahap lanjut juga
biasanya disertai dengan berbagai tanda fisik lain yang kerap diabaikan oleh
masyarakat. Berdasarkan ulasan kesehatan yang dirilis oleh RS Sari Asih Ciputat
pada Selasa, 14 Oktober 2025, dr. Laras Budiyani, Sp.PD, menyebutkan bahwa
gejala lanjutan dari gangguan ginjal kronis mencakup perubahan drastis pada
tubuh.
- Fisik yang mudah lelah dan lemas
ekstrem akibat
penurunan produksi sel darah merah (anemia).
- Pembengkakan (edema) yang biasanya terlihat jelas di area
sekitar mata atau pergelangan kaki karena penumpukan cairan.
- Perubahan jumlah dan frekuensi urine, termasuk urine yang tampak berbusa
atau berubah warna menjadi lebih gelap.
"Kondisi
tersebut sudah masuk ke stadium lanjut gangguan pada ginjal yang sudah pada
tahap kronis," ujar dr. Laras Budiyani, Sp.PD, dalam keterangan pers yang
dilansir oleh Sari Asih pada Selasa, 14 Oktober 2025. Beliau juga
menegaskan pentingnya penerapan pola hidup sehat dan pemeriksaan rutin bagi
masyarakat yang memiliki faktor risiko seperti hipertensi atau diabetes.
Jangan Tunggu
Sampai Cuci Darah Seumur Hidup!
Kasus-kasus
keterlambatan diagnosis seperti ini sudah banyak memakan korban. Menganggap
remeh mual berkepanjangan sama artinya dengan membiarkan racun menggerogoti
organ vital Anda dari dalam. Jika Anda sering merasakan mual di pagi hari yang
tidak kunjung membaik meski sudah mengonsumsi obat lambung, segera lakukan
pemeriksaan laboratorium fungsi ginjal (ureum dan kreatinin).
Jangan biarkan
kelalaian hari ini berujung pada vonis cuci darah seumur hidup esok hari!


