![]() |
| Ilustrasi oleh Tingkap |
TINGKAP - Indonesia
dikenal sebagai surga kuliner dunia. Dari Sabang sampai Merauke, setiap
daerah punya makanan khas dengan cita rasa unik. Namun, ada beberapa hidangan
yang tak hanya populer di dalam negeri, tetapi juga mendunia. Pertanyaannya:
apa yang membuat rendang, sate, nasi goreng, atau pempek begitu disukai?
1. Rendang
Perpaduan Rasa dan Filosofi. Rendang bukan sekadar masakan daging berbumbu. Hidangan asal Sumatera Barat ini dimasak berjam-jam dengan santan dan puluhan rempah. Proses memasak yang lama membuat rasa bumbunya meresap hingga ke dalam daging.
Popularitasnya datang dari kelezatan yang sulit ditandingi serta makna
filosofis: kesabaran, kebersamaan, dan penghormatan kepada tamu. CNN Travel
bahkan menobatkannya sebagai salah satu makanan terenak di dunia.
2. Nasi Goreng
Sederhana tapi Fleksibel. Siapa yang tak kenal nasi goreng? Menu ini dianggap “ramah lidah” semua orang karena bumbunya sederhana, namun bisa dimodifikasi sesuai selera. Mau pedas? Tambah cabai. Mau spesial? Tambah ayam, udang, atau kambing.
Kesederhanaan sekaligus fleksibilitas inilah yang menjadikan nasi goreng cocok
untuk semua kalangan, dari warung kaki lima hingga hotel bintang lima.
3. Sate
Mudah Dinikmati Semua Lidah. Sate adalah makanan yang sangat adaptif. Tusukan daging
bakar bisa dinikmati dengan bumbu kacang manis-gurih (Sate Madura) atau kuah
kental pedas (Sate Padang).
Popularitas sate datang dari cara makannya yang praktis, aromanya yang menggoda
saat dibakar, serta kemampuannya menyesuaikan diri dengan bahan daging apa pun.
4. Soto
Hangat, Sehat, dan Beragam. Soto hadir di hampir setiap daerah dengan karakteristik
berbeda. Ada Soto Lamongan dengan koya gurih, Soto Betawi dengan santan, hingga
Coto Makassar dengan bumbu kacang.
Makanan berkuah ini populer karena memberi rasa hangat, cocok dengan nasi, dan
dianggap menyehatkan karena banyak menggunakan rempah serta sayuran.
5. Gudeg
Ikon Rasa Manis Jawa. Berasal dari Yogyakarta, gudeg dibuat dari nangka muda
yang dimasak lama dengan santan dan gula merah. Rasanya manis gurih, khas Jawa.
Popularitasnya tidak lepas dari citra Yogya sebagai kota budaya dan wisata.
Gudeg akhirnya menjadi identitas kuliner kota tersebut, disukai wisatawan lokal
maupun mancanegara.
![]() |
| Infografis Rahasia di Balik Populernya Makanan Tradisional Indonesia. (Tingkap) |
6. Pempek
Gurih-Asam yang Unik. Pempek Palembang menawarkan rasa gurih ikan yang berpadu
dengan kuah cuko asam pedas. Kombinasi rasa inilah yang membuatnya berbeda dari
kebanyakan jajanan lain.
Teksturnya kenyal dan variannya banyak—dari kapal selam hingga lenjer—sehingga
konsumen tidak bosan.
7. Gado-Gado
Salad Nusantara. Makanan ini sering disebut “Indonesian salad”. Campuran
sayuran, tempe, tahu, dan lontong dengan saus kacang menjadikannya sehat
sekaligus mengenyangkan.
Kesukaan masyarakat pada gado-gado berasal dari keseimbangannya: sehat, lezat,
dan bisa jadi pilihan vegetarian-friendly.
8. Bakso
Merakyat dan Serba Cocok. Bakso adalah makanan yang “tak mengenal kelas sosial”.
Bisa ditemukan di pinggir jalan hingga restoran besar. Kuah hangat dengan bola
daging kenyal membuatnya jadi comfort food sejati.
Popularitas bakso juga didukung budaya makan bersama, cocok disantap segala
usia, dari anak-anak hingga orang tua.
9. Ayam Penyet
Sambal yang Juara. Ayam goreng mungkin biasa, tapi ketika dipenyet dengan
sambal pedas khas Nusantara, jadilah sensasi berbeda. Popularitas ayam penyet
datang dari sambalnya yang selalu jadi bintang.
Variasi sambal di tiap daerah membuat ayam penyet punya “rasa lokal” yang unik.
10. Kerak Telor
Ikonik dan Tradisional. Sebagai makanan khas Betawi, kerak telor identik dengan
festival budaya. Campuran ketan, telur bebek, ebi, dan bawang goreng memberi
rasa gurih unik.
Meski jarang jadi makanan sehari-hari, kerak telor populer karena statusnya
sebagai ikon budaya Jakarta.
Popularitas makanan tradisional Indonesia tidak hanya
soal rasa, tapi juga cerita, filosofi, dan fleksibilitasnya. Rendang terkenal
karena kaya makna, nasi goreng karena sederhana dan universal, sate karena
adaptif, hingga gudeg karena menjadi identitas kota budaya.
Inilah alasan kuliner
Nusantara bukan hanya digemari rakyatnya, tetapi juga diapresiasi dunia. (*)


