![]() |
| Gambar: psl.ipb.ac.id |
Jakarta - Nama Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si. belakangan kerap menjadi sorotan di dunia pendidikan Indonesia. Sebagai Rektor IPB University, Arif dikenal sebagai sosok akademisi progresif yang membawa semangat inovasi dan kolaborasi ke kampus pertanian terbesar di Tanah Air.
Dengan gaya kepemimpinan yang terbuka dan inspiratif, ia mendorong mahasiswa serta dosen untuk tak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa sosial dan kewirausahaan.
Berawal dari Pekalongan, Melangkah ke Dunia Akademik Internasional
Lahir di Pekalongan, Jawa Tengah, pada 17 September 1971, Arif Satria menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Pertanian IPB. Kecintaannya terhadap dunia sosial dan lingkungan membuatnya melanjutkan studi Magister Sosiologi Pedesaan di IPB pada 1999.
Tak berhenti di situ, ia meraih gelar Doktor Marine Policy di Kagoshima University, Jepang, dan sempat menjadi visiting fellow di University of British Columbia, Kanada — pengalaman yang memperluas pandangannya tentang hubungan antara ilmu pengetahuan, masyarakat, dan kebijakan publik.
Menapaki Karier dari Dosen hingga Rektor IPB
Arif memulai karier akademiknya pada tahun 1997 sebagai dosen di IPB University. Dedikasi dan kepemimpinannya membawanya menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) periode 2010–2017.
Pada 2017, di usia 46 tahun, ia terpilih menjadi Rektor IPB — salah satu rektor termuda dalam sejarah kampus tersebut. Keberhasilannya memimpin transformasi IPB membuatnya kembali terpilih untuk periode kedua, 2023–2028.
Visi Besar: “Techno-Socio Entrepreneurial University”
Salah satu warisan gagasan terbesar Arif adalah visinya menjadikan IPB sebagai Techno-Socio Entrepreneurial University. Menurutnya, kampus harus melahirkan lulusan yang tangguh, inovatif, dan berjiwa sosial, bukan sekadar akademisi.
Di bawah kepemimpinannya, IPB membangun Science Techno Park, mengembangkan inkubasi bisnis mahasiswa, dan menjalin kerja sama riset dengan berbagai lembaga internasional. Ia percaya bahwa ilmu pengetahuan harus berdampak langsung bagi masyarakat.
Dekat dengan Mahasiswa, Rendah Hati di Tengah Jabatan
Berbeda dengan citra rektor yang kaku dan formal, Arif dikenal dekat dengan mahasiswa. Ia sering turun langsung ke kegiatan kampus, berdialog di forum mahasiswa, hingga hadir di berbagai kegiatan komunitas.
Pendekatannya yang humanis dan partisipatif membuatnya dihormati bukan karena jabatannya, melainkan karena keteladanannya.
Kiprah Nasional dan Pengaruh di Dunia Pendidikan
Selain memimpin IPB, Arif Satria aktif berkontribusi dalam penyusunan kebijakan nasional, terutama di bidang pengelolaan wilayah pesisir dan ketahanan pangan. Ia juga terlibat dalam berbagai forum internasional yang membahas isu lingkungan dan kebijakan kelautan.
Di bawah kepemimpinannya, IPB terus menanjak dalam peringkat universitas dunia, sekaligus memperkuat reputasinya sebagai kampus riset yang berdampak sosial.
Inspirasi bagi Generasi Muda
Arif Satria membuktikan bahwa pemimpin akademik bisa tetap rendah hati, visioner, dan dekat dengan masyarakat. Dengan perpaduan antara ilmu, teknologi, dan nilai sosial, ia menjadi inspirasi bagi banyak kalangan, terutama generasi muda yang ingin membawa perubahan lewat pendidikan.
Visinya bahwa kampus harus menjadi motor kemajuan bangsa menjadikannya salah satu figur paling berpengaruh dalam dunia pendidikan Indonesia saat ini.

