![]() |
| Anak Autis Ringan | medkomtek.com |
TINGKAP - Apakah buah hati menunjukkan tanda-tanda ia mengalami autis ringan? Secara umum, anak dengan autis dapat dikenali dari cara berbicara yang terbata-bata atau seperti kesulitan mengungkapkan apa yang ia maksud, juga cenderung kesulitan berkomunikasi dengan orang lain, cenderung mengulang perbuatannya, dan obsesi berlebihan pada sesuatu.
Walau masih penuh
anggapan bahwa demikian tidak bisa disembuhkan, tapi setidaknya ada perawatan
bahkan terapi yang bisa dilakukan untuk meringankan gejalanya.
Demikian diantaranya cara menghadapi anak
autis ringan, seperti di kutip klubwanita.com, Rabu (04/12/2019), berikut
ulasannya.
1. Biasakan Kegiatan Anak Terjadwal Rutin
Anak autis ringan cenderung melihat dunianya
dengan sangat teratur. Agar anak merasa normal saja,Anda bisa membantunya
membuat jadwal kegiatan sehari-hari dan cara melakukan sesuatu yang harus anak
ikuti, dengan lebih sederhana. Seperti beriut:
- Bangun tidur
- Pergi ke kamar mandi
- Cuci tangan
- Cuci muka
- Gosok gigi
- Mandi
- Pergi ke ruang makan
- Sarapan
- Taruh piring kotor di wastafel
2. Hindari Membuat Perubahan
Menyusun jadwal yang konsisten, Anda tidak
disarankan untuk mengubah susunan yang sudah anak pelajari dengan tekun.
Perubahan yang tiba-tiba dapat menimbulkan ketakutan dan cemas berlebihan pada
anak. Jika tidak ingin menerapkan cara mengatasi anak emosional, Anda bisa
melibatkan anak saat mengganti sesuatu, misal: sprei atau karpet kamar.
Dalam
mengganti pun, sebaiknya tidak melakukan perubahan yang terlihat mencolok di
mata. Mungkin Anda bisa mengganti material bahannya saja, daripada mengganti
warna atau motif, misal.
3. Gunakan Pencahayaan Redup dan Hangat
Ketika anak terlihat tak nyaman dan terganggu
dengan sesuatu, cara mengatasi anak cepat marah adalah dengan menanyakan apakah
mungkin sumber permasalahannya terletak pada lampu di ruangan.
Anak autis
cenderung tak nyaman bila terkena pendaran sinar lampu pendar karena ada cahaya
ultraungu tak kasatmata yang hanya bisa dirasakan oleh anak autis. Ganti dengan
lampu pijar atau LED dengan spektrum hangat.
4. Kurangi Sumber Suara Berisik di Sekitar Rumah
Demikian seorang anak autis sangat sensitif
terhadap suara bising dan berisik. Suara bising tersebut dapat membingungkan
anak atau bahkan membuatnya kesakitan. Cara mengatasi anak autis adalah dengan
meredam suara-suara berisik yang mungkin ditimbulkan dari lingkungan di sekitar
rumah, seperti melapisi karpet dengan dinding untuk meredam suara dari luar.
Hindari juga suara sahut-menyahut seperti berbicara kencang-kencang di telepon
saat Anda sedang menonton TV. Anak autis akan sangat terganggu dengan
suara-suara keras yang bertumpuk seperti itu.
5. Biarkan Anak Membuat Zona Nyamannya Sendiri
Saat ia tertekan, sebaiknya Anda membiarkan
anak Anda “kabur” ke salah satu titik di rumah yang dianggapnya bisa memberikan
rasa aman dan nyaman. Jika Anda selalu pusing bagaimana cara sabar menghadapi
anak rewel, mungkin yang satu ini perlu Anda coba.
Biarkan anak menghabiskan
waktu di zona nyamannya itu sendirian saja, tanpa Anda ataupun anggota keluarga
lainnya. Hal ini dapat menenangkan emosinya untuk beberapa saat sebelum
akhirnya ia dapat keluar dan berkumpul bersama Anda lagi.
6. Utamakan Keamanan di dalam Rumah
Anak autis cenderung memiliki rasa ingin tahu
yang berlebih tentang hal-hal di sekitarnya, termasuk menjajal hal-hal yang
mungkin bisa membahayakan keselamatannya. Untuk itu, cara mengatasi anak idiot
yang Anda harus utamakan adalah dengan memastikan keselamatan anak selalu
terjaga di dalam rumah.
Jika ia sangat penasaran dengan sesuatu, Anda bisa
mendampinginya dan memberikan pengarahan untuknya, sehingga anak tidak
benar-benar sendiri dalam memuaskan rasa ingin tahunya.
7. Jangan Salah Mengartikan Bahasa Tubuhnya
Anak autis tak selalu menatap pada apa yang
sebenarnya sedang ia lihat. Ia juga mungkin tidak terlihat memperhatikan orang
yang mengajaknya bicara. Namun, membiasakan diri terhadap kebiasannya tersebut
adalah salah satu cara menghadapi anak dengan sabar, khususnya pada anak autis.
Pahami bahwa itu memang kecenderungannya, namun bukan berarti anak tidak
memperhatikan apa yang diberitahukan padanya.
8. Ketahui Tanda-tanda Anak Tertekan
Ketika tertekan, seluruh sensor perangsang
anak terbebani dengan banyaknya tugas yang harus dilakukan. Dalam kasus
tertentu, anak bisa mengalami ledakan emosi yang luar biasa, seperti menangis,
menutup telinga rapat-rapat, panik, bahkan menjauhi orang-orang terdekatnya.
Anak juga bisa menunjukkan gejala-gejala berikut: berteriak, menjatuhkan diri
ke lantai, stres, kehilangan nafsu atau kemampuan untuk berbicara.
Tak ada cara menjadi ibu yang cerdas bagi
anak autis dalam situasi darurat seperti ini selain mengunjungi terapis atau
dokter spesialis yang bisa membantu anak meningkatkan stimulusnya untuk
menyerap lebih banyak rangsangan tanpa mengalami tekanan.
9. Rajin Memeriksakan Kondisi Kesehatan Anak
Berikutnya dalam cara menghadapi anak autis
ringan. Kunjungi terapis dan dokter spesialis yang menangani kasus autisme
secara teratur, karena anak dengan autisme biasanya mengalami kesulitan dalam
mengartikan apa saja yang terjadi pada tubuhnya.
Mungkin perut anak sakit, tapi
ia tidak tahu apa arti dari rasa melilit di perutnya. Cara menjadi ibu ideal
bagi anak autis adalah dengan selalu mengawasi tingkah lakunya.
Jika Anda
mendeteksi ada sesuatu yang tidak biasa sedang terjadi, tanyakan pada anak
seperti apa perasaan mereka, dan segera hubungi terapis atau dokter kepercayaan
Anda.
10. Ajak Anak lebih Sering Berkomunikasi
Walaupun anak autis mengalami kendala saat
berbicara, seperti tersendat-sendat, minimnya kosakata, dan raut muka yang
bingung, sebaiknya Anda tetap berpegang pada cara menjadi ibu yang lemah lembut
pada anak, yakni dengan mengajaknya terlibat dalam pembicaraan.
Mungkin untuk
saat ini seolah-olah hanya Anda saja yang berbicara (komunikasi satu arah),
tapi jangan berhenti melakukannya. Gunakan kata-kata yang mudah dipahami.
Bicaralah seolah-olah anak Anda memahami apa yang Anda katakan dan menyahut
pembicaraan tersebut.
11. Sayangi Anak Melebihi Apapun
Perlakukan anak dengan baik
dan hargai ia, dengan begitu orang lain juga akan melakukan hal yang sama,
sehingga anak bisa tumbuh dewasa dengan perasaan utuh selayaknya manusia pada
umumnya.[*]



:strip_icc():format(jpeg)/klikdokter-media-buckets/medias/2312715/original/099651200_1582269931-Asperger-Sindrom-pada-Anak-shutterstock_1009661827.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/klikdokter-media-buckets/medias/2308053/original/094909100_1567592584-Mengasuh-Anak-Autis-Apa-Pengaruhnya-pada-Orang-Tua-By-New-Africa-Shutterstock.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2481426/original/084860600_1543316206-tips-mendidik-anak-autis-untuk-temukan-kemampuan-terbaiknya.jpg)