![]() |
| Gambar oleh: suaracelebes.com |
MAKASSAR, TINKAP – Jagat media sosial di Sulawesi Selatan kembali diguncang oleh beredarnya sebuah rekaman video singkat berdurasi 2 detik yang memperlihatkan sosok pria diduga oknum anggota DPRD sedang berada dalam situasi intim dengan seorang wanita muda. Dalam cuplikan video tersebut, pria yang diduga pejabat publik itu tampak sedang berupaya melakukan tindakan yang menjurus pada kemesraan di sebuah ruangan.
Geger di Media Sosial
Video yang kini viral tersebut menuai reaksi keras dari warganet. Banyak pihak mengecam perilaku tersebut karena dianggap tidak mencerminkan etika yang seharusnya dijunjung oleh seorang wakil rakyat. Hingga saat ini, identitas oknum anggota DPRD tersebut masih menjadi perbincangan hangat, meski spekulasi mengenai daerah pemilihan asal oknum tersebut sudah mulai bermunculan.
Respon Badan Kehormatan
Menanggapi kegaduhan yang terjadi, pihak legislatif setempat segera angkat bicara. Badan Kehormatan (BK) DPRD dikabarkan akan memanggil oknum bersangkutan untuk dimintai klarifikasi terkait keaslian video tersebut dan konteks kejadian di dalamnya.
Ketua Badan Kehormatan DPRD setempat menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menoleransi tindakan asusila yang merusak citra lembaga.
"Kami telah menerima laporan mengenai video tersebut dan segera akan melakukan rapat internal untuk membahas masalah ini. Jika terbukti benar bahwa sosok dalam video tersebut adalah anggota DPRD kami, maka kami akan memprosesnya sesuai dengan mekanisme aturan etik yang berlaku di lembaga ini," ujar Ketua Badan Kehormatan sebagaimana dikutip dari laporan Detik.com, Kamis (9/7/2026).
Pandangan Pengamat Etika
Sementara itu, pengamat kebijakan publik dari Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Andi Muhammad, menilai bahwa meskipun ranah pribadi seseorang harus dihormati, seorang pejabat publik memiliki tanggung jawab moral yang melekat pada jabatan yang ia emban.
"Seorang wakil rakyat itu adalah panutan. Ketika ada video yang mempertontonkan perilaku yang dinilai tidak etis di mata publik, maka citra institusi akan langsung terdampak. Perlu ada penyelidikan serius untuk memastikan apakah video tersebut merupakan bentuk pelanggaran kode etik atau ada unsur lain di dalamnya," tutur Prof. Dr. Andi Muhammad sebagaimana dikutip dari Tempo.co, Kamis (9/7/2026).
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat belum memberikan pernyataan resmi apakah ada laporan polisi terkait dugaan perbuatan asusila tersebut. Publik kini menanti langkah nyata dari lembaga legislatif untuk menjaga marwah dan martabat wakil rakyat di mata masyarakat Sulawesi Selatan.

