Bukan Sekadar Kurang Tidur, Kardiolog Ungkap Gejala Lelah Bisa Jadi Pertanda Masalah Jantung

Dengarkan Artikel Putar audio pembaca teks
Gambar oleh: detik.com

JAKARTA, TINKAP – Merasa lelah setelah beraktivitas seharian atau kurang tidur adalah hal yang lumrah. Namun, Anda patut waspada jika rasa lelah tersebut terasa tidak wajar, menetap dalam waktu lama, dan tidak hilang meskipun Anda sudah beristirahat cukup. Pakar kesehatan jantung memperingatkan bahwa kelelahan ekstrem bisa menjadi sinyal "tersembunyi" dari adanya gangguan pada organ vital tersebut.

 

Kelelahan yang Perlu Diwaspadai

 

Banyak orang sering kali mengabaikan tanda-tanda kelelahan dengan berasumsi bahwa mereka hanya kurang tidur atau stres karena pekerjaan. Padahal, bagi penderita penyakit kardiovaskular, kelelahan adalah salah satu gejala awal yang paling sering terabaikan namun sangat krusial untuk dideteksi lebih dini.

 

Kardiolog menekankan bahwa ketika jantung tidak mampu memompa darah dengan efisien ke seluruh tubuh, otot dan jaringan akan kekurangan oksigen. Kondisi inilah yang memicu rasa lelah yang sangat mendalam dan persisten.

 

Penjelasan Kardiolog

 

Menurut para ahli, perbedaan mendasar antara lelah akibat kurang tidur dan lelah gejala jantung terletak pada intensitas serta respons tubuh terhadap istirahat.

 

"Rasa lelah yang menjadi pertanda penyakit jantung biasanya terasa tidak proporsional dengan aktivitas yang dilakukan. Jika Anda merasa sangat lelah bahkan setelah bangun tidur atau melakukan aktivitas ringan yang biasanya tidak melelahkan, ini harus diwaspadai sebagai indikasi jantung tidak bekerja secara optimal," ujar dr. Vito A. Damay, spesialis jantung dan pembuluh darah, sebagaimana dikutip dari laporan Kompas.com, Jumat (10/7/2026).

 

Selain rasa lelah, dr. Vito juga menambahkan bahwa gejala ini sering kali disertai dengan tanda lain yang memperkuat indikasi gangguan jantung. "Jika kelelahan disertai sesak napas, nyeri dada, pusing, atau jantung berdebar, segera lakukan pemeriksaan medis. Jangan menunggu sampai kondisi menjadi parah," tegasnya.

 

Mengapa Sering Terabaikan?

 

Senada dengan hal tersebut, ahli kardiologi lainnya, dr. Sunu Budhi Raharjo, menjelaskan bahwa pola hidup masyarakat modern yang serba cepat membuat gejala kelelahan dianggap sebagai hal normal (normalizing fatigue).

 

"Banyak pasien yang datang ke rumah sakit dalam kondisi sudah lanjut karena mereka menganggap gejala lelah adalah hal biasa akibat pola hidup sibuk. Kami ingin masyarakat lebih peka. Jika istirahat sudah cukup tapi tubuh masih merasa sangat lelah, jangan ragu untuk melakukan skrining kesehatan jantung," ungkap dr. Sunu sebagaimana dikutip dari Detik.com, Jumat (10/7/2026).

 

Kapan Harus ke Dokter?

 

Para pakar menyarankan agar masyarakat tidak mendiagnosa sendiri kondisi kelelahan yang dialami. Segeralah mencari bantuan profesional medis jika Anda mengalami:

  • Kelelahan ekstrem yang berlangsung lebih dari dua minggu meski sudah tidur cukup.
  • Gejala yang muncul tiba-tiba saat beraktivitas fisik.
  • Adanya riwayat keluarga dengan penyakit jantung.
  • Kelelahan disertai nyeri di area dada, leher, atau lengan.

 

Memahami sinyal tubuh adalah langkah pertama untuk pencegahan. Jangan sampai kelelahan yang Anda rasakan saat ini menjadi "bom waktu" bagi kesehatan jantung Anda di masa depan.


Pewarta: Tim Tinkap
Penulis: Tim Tinkap
Editor: Tim Redaksi Tinkap
© Tinkap - Kesehatan

tk