[Hoaks] Video Drone Selebrasi Ronaldo Viral, Ternyata Rekayasa AI

Dengarkan Artikel Putar audio pembaca teks
Gambar oleh: eltelegrafo.com.ec

JAKARTA, TINKAP – Media sosial baru-baru ini digemparkan oleh sebuah video spektakuler yang menampilkan bintang sepak bola Cristiano Ronaldo melakukan selebrasi ikonik di sebuah stadion megah. Dalam video tersebut, Ronaldo tampak disorot oleh ratusan cahaya drone yang membentuk formasi wajah serta logo klubnya di langit malam. Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, video tersebut dipastikan bukan peristiwa nyata, melainkan hasil rekayasa teknologi Artificial Intelligence (AI).

Penelusuran Fakta Video Viral

Video yang berdurasi singkat tersebut sempat memikat jutaan pasang mata dan dibagikan ulang ribuan kali di berbagai platform. Banyak pengguna media sosial mengira bahwa pertunjukan drone tersebut adalah bentuk penghormatan nyata yang dilakukan oleh pihak klub kepada sang megabintang.

Kebenaran video tersebut akhirnya terbongkar setelah para ahli grafis komputer dan pegiat media sosial melakukan analisis mendalam terhadap kualitas visual dan sinkronisasi gerakan dalam video. Hasil analisis menunjukkan adanya ketidakwajaran pada tekstur cahaya drone dan transisi bayangan yang merupakan ciri khas konten buatan AI.

Penjelasan Pakar Teknologi

Menanggapi maraknya konten berbasis AI yang semakin sulit dibedakan dari realitas, pakar teknologi digital dari Institut Teknologi Digital Indonesia, Dr. Budi Santoso, menekankan pentingnya literasi digital bagi masyarakat.

"Teknologi generative AI kini sudah sangat canggih. Video selebrasi Ronaldo tersebut adalah contoh bagaimana AI dapat memanipulasi kenyataan dengan sangat halus. Secara teknis, pencahayaan drone yang terlihat di video itu secara fisik hampir mustahil dilakukan dengan presisi sedemikian rupa tanpa ada bukti peliputan media resmi lainnya," ujar Dr. Budi Santoso sebagaimana dikutip dari laporan Kompas.com, Kamis (9/7/2026).

Bahaya Disinformasi Visual

Fenomena video rekayasa AI ini bukan yang pertama kalinya menipu publik. Sebelumnya, berbagai konten serupa juga sempat meresahkan karena mengaburkan batasan antara fakta dan fiksi. Pihak platform media sosial pun terus berupaya meningkatkan deteksi terhadap konten-konten deepfake atau buatan AI yang berpotensi menyesatkan.

Pengamat media sosial dari Center for Digital Society, Ratna Sari, mengingatkan masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi ganda sebelum membagikan konten yang bersifat sensasional.

"Kita harus lebih skeptis terhadap apa yang kita lihat di layar. Jika sebuah peristiwa besar terjadi namun tidak diliput oleh kanal berita resmi, kemungkinan besar itu adalah hasil manipulasi atau rekayasa digital," tegas Ratna Sari dalam kutipannya yang dilansir Tempo.co, Kamis (9/7/2026).

Hingga berita ini diturunkan, unggahan asli yang menyebarkan video tersebut telah mulai diberi label peringatan oleh beberapa platform media sosial sebagai konten yang dimanipulasi atau tidak autentik.

Pewarta: Tim Tinkap
Penulis: Tim Tinkap
Editor: Tim Redaksi Tinkap
© Tinkap - Viral

tk