![]() |
| Gambar oleh: KOMPAS.com |
JAKARTA, TINKAP – Kasus dugaan penganiayaan yang menimpa selebriti Karina Ranau kini memasuki babak baru. Setelah sempat diguncang insiden kekerasan di sebuah warung, Karina secara tegas menyatakan menolak segala bentuk upaya penyelesaian melalui jalur damai. Ia berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas di ranah hukum.
Trauma Mendalam yang Belum Hilang
Insiden yang terjadi beberapa waktu lalu tersebut meninggalkan bekas yang cukup dalam bagi Karina. Ia mengaku masih merasa trauma setiap kali harus teringat kejadian kekerasan yang menimpanya secara tiba-tiba saat berada di warung.
Dalam keterangannya, Karina mengungkapkan bahwa rasa takut tersebut membuatnya sulit untuk beraktivitas dengan normal. "Saya masih trauma, jujur saja. Setiap kali teringat kejadian di warung itu, saya gemetar. Bukan sekadar masalah fisik, tapi mental saya benar-benar terguncang," ujar Karina Ranau sebagaimana dikutip dari *Tribunnews.com*, Rabu (8/7/2026).
Menolak Jalur Damai
Meski pihak pelaku dikabarkan telah berupaya melakukan pendekatan untuk penyelesaian secara kekeluargaan, Karina tetap bersikukuh pada pendiriannya. Ia merasa perlu memberikan efek jera agar kejadian serupa tidak menimpa orang lain di kemudian hari.
"Saya tidak akan menempuh jalur damai. Saya ingin proses hukum berjalan semestinya. Ini adalah bentuk komitmen saya agar tidak ada lagi korban di luar sana yang mengalami apa yang saya rasakan," tegas Karina sebagaimana dilansir oleh *Detik.com*, Rabu (8/7/2026).
Langkah tegas ini didukung oleh kuasa hukumnya yang menyatakan bahwa bukti-bukti di lapangan sudah cukup kuat untuk menjerat pelaku. Pihak Karina berharap pihak kepolisian dapat bekerja secara profesional dalam menangani laporan dugaan penganiayaan tersebut.
Fokus pada Pemulihan dan Keadilan
Saat ini, Karina mengaku tengah fokus pada pemulihan kondisi psikologisnya sambil tetap mendatangi agenda pemeriksaan yang dijadwalkan oleh penyidik. Ia menegaskan bahwa keputusannya ini bukanlah bentuk dendam pribadi, melainkan upaya mencari keadilan atas tindakan kekerasan yang dianggapnya tidak memiliki alasan pembenar apa pun.
"Saya hanya ingin keadilan. Proses hukum adalah jalan yang paling benar untuk membuktikan siapa yang salah dan siapa yang benar," tambah Karina melalui wawancara yang dikutip *Kompas.com*, Rabu (8/7/2026).
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dikabarkan tengah melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian untuk memperkuat berkas perkara.

