| Ilustrasi oleh Tim Tinkap |
JAKARTA, TINKAP – Raksasa teknologi Meta akhirnya angkat bicara merespons kekhawatiran yang diajukan oleh pemerintah India terkait potensi risiko keamanan siber pada fitur usernames (nama pengguna) di WhatsApp. Pihak Meta menjamin bahwa infrastruktur keamanan mereka telah dirancang untuk melindungi pengguna dari ancaman penipuan dan eksploitasi data.
Ketegangan muncul setelah otoritas India menyoroti bahwa
penggunaan usernames sebagai alternatif nomor telepon berpotensi membuka
celah bagi aktor jahat untuk melakukan serangan rekayasa sosial atau scamming.
Pemerintah India khawatir bahwa penjahat siber dapat memanfaatkan fitur ini
untuk menyamar menjadi individu tepercaya guna mengelabui pengguna.
Meta: Keamanan adalah Prioritas
Dalam pernyataan resminya, juru bicara Meta menegaskan bahwa
fitur username tidak dimaksudkan untuk menggantikan sistem enkripsi
ujung-ke-ujung (end-to-end encryption) yang menjadi fondasi keamanan
WhatsApp. Perusahaan menyatakan
telah mengimplementasikan lapisan verifikasi tambahan untuk memastikan
integritas identitas pengguna.
"Privasi dan
keamanan pengguna adalah inti dari setiap fitur yang kami luncurkan. Fitur usernames
telah melalui serangkaian pengujian keamanan yang ketat dan dirancang untuk
meminimalkan risiko penyalahgunaan," ujar perwakilan Meta sebagaimana
dikutip dari laporan The Economic Times, Minggu (5/7/2026).
Meta menambahkan
bahwa mereka terus berkolaborasi dengan pihak berwenang, termasuk pemerintah
India, untuk memastikan bahwa standar keamanan platform tetap relevan dengan
ancaman siber yang terus berkembang.
Sorotan India:
Tantangan Rekayasa Sosial
Meskipun Meta
memberikan jaminan, para pakar keamanan siber di India tetap mendesak adanya
pengawasan lebih lanjut. Pemerintah
India menekankan bahwa penipuan digital melalui aplikasi perpesanan telah
mencapai level yang mengkhawatirkan, dan setiap perubahan dalam fitur identitas
pengguna harus dilakukan dengan transparansi penuh.
Seorang pakar
keamanan siber dari CyberPeace Foundation, Vineet Kumar, menekankan
pentingnya kewaspadaan pengguna meskipun sistem keamanan sudah diperkuat.
"Masalah utamanya bukan hanya pada teknis sistem,
tetapi pada teknik rekayasa sosial. Bahkan dengan enkripsi terbaik, penjahat
siber akan selalu mencari celah melalui manipulasi psikologis. Meta harus
memastikan bahwa fitur ini tidak mempermudah pelaku untuk melakukan impersonation
(penyamaran)," tutur Vineet sebagaimana dikutip dari Reuters, Sabtu
(4/7/2026).
Langkah Mitigasi WhatsApp
Sebagai langkah preventif, WhatsApp dilaporkan akan
menambahkan fitur notifikasi jika pengguna dihubungi oleh akun dengan username
yang belum pernah berinteraksi sebelumnya. Langkah ini diharapkan dapat menekan
angka penipuan yang menyasar pengguna baru maupun pengguna yang kurang literasi
digital.
Meta juga terus mengampanyekan pentingnya penggunaan
verifikasi dua langkah (two-step verification) kepada seluruh
penggunanya guna memberikan lapisan pertahanan ekstra terhadap pembajakan akun.
Hingga berita ini diturunkan, diskusi antara pihak Meta dan kementerian terkait di India masih terus berlanjut untuk memastikan kepatuhan terhadap protokol keamanan data domestik yang berlaku di negara tersebut
