Prabowo ke Polisi dan Jaksa: Introspeksi Diri, Bintangmu dari Rakyat

Dengarkan Artikel Putar audio pembaca teks
Gambar oleh: ipol.id


JAKARTA, TINKAP – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan tajam dan reflektif kepada seluruh jajaran aparat penegak hukum, mulai dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri) hingga Kejaksaan Agung. Dalam arahannya, Presiden menekankan pentingnya introspeksi diri bagi para pejabat yang menyandang pangkat tinggi di pundaknya.

 

Prabowo mengingatkan bahwa setiap bintang yang tersemat di pundak aparat bukanlah hasil jerih payah sendiri semata, melainkan amanah yang dibiayai dan didukung oleh rakyat. Oleh karena itu, ia meminta agar integritas dan pelayanan terhadap masyarakat menjadi prioritas utama.

 

Pesan Moral untuk Aparat

 

Dalam sebuah acara resmi kenegaraan yang dihadiri oleh pimpinan tinggi penegak hukum, Presiden Prabowo menyoroti pentingnya menjaga kepercayaan publik yang belakangan ini sering mendapat ujian. Ia menegaskan bahwa jabatan tinggi bukanlah ajang untuk mencari kekuasaan, melainkan untuk melayani kepentingan rakyat yang telah memberikan kepercayaan melalui pajak dan dukungan mereka.

 

"Ingat, bintang di pundakmu itu adalah milik rakyat. Rakyatlah yang membiayai jabatanmu. Maka dari itu, lakukan introspeksi diri. Jangan buat rakyat kecewa dengan perilaku yang mencederai keadilan," tegas Presiden Prabowo sebagaimana dikutip dari laporan Kompas.com, Sabtu (11/7/2026).

 

Tanggapan Pengamat Hukum

 

Pesan tegas Presiden ini mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk pengamat hukum dan kebijakan publik. Banyak pihak menilai bahwa instruksi ini merupakan sinyal bahwa pemerintahan di bawah Prabowo akan lebih ketat dalam mengawasi kinerja aparatur negara agar tetap berada di jalur yang benar.

 

Pakar hukum tata negara, Feri Amsari, menilai arahan tersebut merupakan pengingat mendasar tentang filosofi kedaulatan rakyat. Menurutnya, aparat penegak hukum harus kembali ke fungsi aslinya sebagai pelindung dan pengayom, bukan alat kepentingan pihak tertentu.

 

"Pernyataan Presiden sangat tepat sebagai koreksi bagi mentalitas aparat yang mungkin merasa superior karena jabatannya. Bintang di pundak adalah simbol tanggung jawab kepada rakyat. Jika aparat kehilangan orientasi pada kepentingan rakyat, maka legitimasi hukum di mata publik akan runtuh," ujar Feri Amsari sebagaimana dikutip dari Tempo.co, Sabtu (11/7/2026).

 

Harapan bagi Reformasi Institusi

 

Instruksi Presiden ini diharapkan menjadi pemantik bagi internal Polri dan Kejaksaan untuk lebih terbuka terhadap kritik serta meningkatkan transparansi dalam setiap penanganan kasus. Publik kini menanti langkah konkret dari pimpinan masing-masing institusi dalam menjalankan "bersih-bersih" di dalam tubuh organisasi.

 

Ke depan, Presiden Prabowo menegaskan akan terus memantau kinerja para penegak hukum. Baginya, penegakan hukum yang berkeadilan adalah fondasi utama untuk membangun bangsa yang bermartabat dan maju.


Pewarta: Tim Tinkap
Penulis: Tim Tinkap
Editor: Tim Redaksi Tinkap
© Tinkap - Politik

tk